Social Icons

.

Selasa, 15 April 2014

PENTINGKAH MEMBELI DOLAR ?





Inikah mungkin yang menjadi pertanyaan dibenak kita, sejak krisis moneter 1998 nilai rupiah terhadap dolar benar-benar jatuh pada saat itu karena disebabkan pergolakan politik yg terjadi. Mungkin hal ini berbeda dengan investasi dalam properti yang setiap tahun, harga properti itu naik, atau membeli emas batangan yang sewaktu kita ingin menjual emas tersebut kita bisa untung walaupun tidak terlalu banyak, karena harga emas di pasaran cenderung stabil.

Jadi pertanyaannya pentingkah membeli dolar ?, memang benar alasan membeli dolar itu bermacam-macam. Salah satunya nilai rupiah yang ditakutkan mengalami penurunan sehingga kalau bisa kita tidak hanya memegang rupiah. Yang dimaksud nilai rupiah turun disini yaitu harga barang dan jasa mengalami kenaikan. Contohnya kalau dulu harga barang Rp. 11 ribu, sekarang mungkin 13 ribu, dan tahn depan bisa 16 ribu. Dari segi kenaikan harga barang memang betul. Tapi, kan, nilai dolar belum tentu juga naik terus? Kalau dulu harga dolar pernah Rp 2.500, lalu naik jadi Rp 5.000, 7.000, 9.000, bahkan pernah sampai Rp 15.000, itu kan karena ada krisis? Belum tentu krisis akan ada lagi. Sekarang, harga dolar malah turun lagi jadi sekitar Rp 11.000. Jadi, jangan beli dolar hanya karena takut harga barang di Indonesia naik terus. Tapi, belilah dolar untuk berjaga-jaga kalau ada apa-apa. Masih bingung? Begini, kalau Anda perhatikan, harga dolar di Indonesia menganut sistem mengambang bebas. Artinya, harga dolar betul-betul "diserahkan" kepada tawar-menawar di pasar. Kalau yang mau beli dolar lebih banyak, biasanya harganya akan naik. Tapi kalau yang mau beli dolar lebih sedikit daripada yang ingin menjualnya, bisa-bisa harga dolar turun. Biasanya, keinginan membeli dolar akan lebih banyak muncul, salah satunya, kalau suhu politik mulai memanas. Contohnya, sebentar lagi mau Pemilu. Biasanya, setiap kali menjelang pemilu, suhu politik kita akan naik. Nah, di sinilah orang mulai banyak membeli dolar karena alasan keamanan. Artinya, mereka merasa bahwa keadaan di Indonesia mulai enggak aman. Lalu, mulailah mereka memborong dolar. Akibatnya, harga dolar naik. Sebaliknya, kalau keadaan negara stabil, adem-ayem, tentram, dan damai, biasanya harga dolar juga akan stabil. Malah cenderung turun. Maklum, keadaan yang tenang membuat orang percaya dengan rupiah, sehingga lebih sedikit orang yang beli dolar. Jadilah harga dolar turun.

Nah, kalau Anda mau beli dolar, di bawah ini ada sejumlah hal yang harus Anda perhatikan agar Anda tidak malah tergelincir.

1. Belilah dolar di pedagang yang resmi Salah satu hal yang paling ditakutkan orang ketika membeli dolar adalah mendapatkan uang dolar palsu. Nah, salah satu cara menghindari kemungkinan tersebut adalah dengan membelinya ke penjual resmi, seperti bank atau money changer. Memang, bank atau money changer sekalipun bisa saja menjual dolar palsu kepada Anda. Tapi tentu mereka punya kepentingan supaya Anda mau selalu balik ke tempat mereka dan jadi pelanggan. Artinya, mereka juga menjaga reputasi. Kalau sampai satu pelanggan kecewa lalu nama mereka masuk ke dalam Surat Pembaca di koran? Wah, bisa jadi iklan buruk buat mereka. Sekarang, bandingkan dengan penjual dolar perorangan dan tidak resmi yang umumnya tidak punya reputasi yang sudah dibangun sehingga biasanya juga tidak memiliki kepentingan untuk menjaga reputasinya.

2. Jangan pernah lama-lama memegang uang dolar kertas Kenapa demikian? Karena perubahan fisik sedikit saja pada uang dolar Anda bisa membuatnya dihargai lebih rendah dari yang seharusnya. Pernah suatu hari saya dan istri saya mendapatkan dolar Amerika kertas dari seorang teman. Jumlahnya 200 dolar. Kami mendapatkannya dalam empat lembaran 50 dolar. Kursnya waktu itu sekitar Rp 9.100 per dolarnya. Ketika hendak menjual ke money changer, ada selembar yang fisiknya agak kuning. Langsung saja staf di sana mengatakan dia tidak mau membeli dolar saya seharga Rp 9.100, melainkan harus dipotong Rp 50. Ini berarti, untuk satu lembar 50 dolar itu, saya rugi Rp 50 per dolarnya. Saya pikir, untunglah cuma selembar saja yang bentuk fisiknya kuning. Kalau semuanya, wah... Jadi, sekali lagi, jangan terlalu lama menahan uang kertas dolar. Lebih baik selekasnya Anda simpan di safe deposit box, atau setorkan saja ke bank. Memang saat kita setor terkadang biaya selisih kursnya merugikan Anda. Tapi saya pikir, kerugian karena selisih kurs masih lebih mendinglah daripada kerugian akibat peribahan fisik dolar. Lama-lama, bisa-bisa uang dolar Anda malah tidak dihargai sama sekali kalau bentuk fisiknya betul-betul rusak. Kalau disetor ke bank, uang dolar Anda akan tercatat di sistem akuntansi mereka, bukan dalam bentuk fisik. Selain itu, juga dapat bunga. Lumayan, kan?

3. Ketahui arti istilah Kurs Beli dan Kurs Jual Banyak dari kita yang masih salah mengartikan (atau sering tertukar pada arti) kurs beli dan kurs jual pada tempat jual beli dolar. Oke, andaikan saja Anda datang ke bank. Kemudian di situ terdapat tulisan kurs beli sebesar Rp 9.000 dan kurs jual Rp 9100. Pertanyaannya sekarang, kalau Anda ingin membeli dolar, pada harga berapa Anda akan membeli dolar tersebut? Jawabannya adalah pada kurs jual. Artinya, kurs jual adalah kurs di mana bank bersedia menjual dolarnya. Sebaliknya, kurs beli adalah kurs di mana bank bersedia membeli dolar yang Anda punya. Anda harus selalu melihat dan mengartikan besarnya kurs dari sisi mereka, bukan dari sisi Anda. Bukan sebaliknya.

Rabu, 05 Februari 2014

Android Menyerupai Manusia Tampil di Konferensi Futuristis




NEW YORK - Robot yang sangat mirip dengan manusia melakukan penampilan publik pertamanya pada 15 Juni 2013 di Global Futures 2045 International Congress, konferensi futuristis yang berfokus pada teknologi.

Ilmuwan robot Jepang Hiroshi Ishiguro, pimpinan Intelligent Robotics Laboratory di Osaka University, Jepang menggambarkan hasil karya itu sebagai android yang hidup. Namun di sana ada dua Hiroshi Ishiguro, yang hidup dan bernapas, dan yang satu lagu berupa robot. Penampilan si robot manusia itu sangat mengejutkuan — bahkan robot itu mampu melakukan gerakan terkecil serta mengedipkan mata.

Selama beberapa tahun Ishiguro telah mengembangkan sejumlah robot yang mengagumkan. Yang dipamerkan di sana adalah “Geminoid,” sebuah android yang menyerupai manusia sungguhan yang dikendalikan dari jarak jauh oleh rekannya di belakang panggung. Ishiguro bergurau bahwa ia bisa menggunakan Geminoid untuk menggantikannya mengajar. Orang-orang dapat menganggap android itu sebagai dirinya sendiri, kata Ishiguro.

Ishiguro juga telah mengembangkan Geminoid lain, yang satu ini adalah android wanita yang bergaya, yang telah ia pamerkan di berbagai etalase toko pakaian. Robot itu sangat populer, membuat pakaian yang digunakan robot tersebut laku terjual dalam waktu relatif cepat, kata Ishiguro.

Ishiguro juga membawa robot-robotnya berjalan-jalan sebagai bagian dari “teater android” yang berakting dengan ekspresi menyerupai manusia sungguhan. Teater Ishiguro bahkan pernah dipentaskan di sebuah gereja, membuat para penonton menyamakan sebuah robot perempuan sebagai seorang martir. Setelah menyadari bahwa robot-robotnya terlalu sempurna — “lebih manusia dibandingkan manusia,” seperti yang ia buat — Ishiguro mulai membuat robot yang sedikit tidak sempurna. (Contohnya, robot penggantinya yang tampak datar dan sedikit cemberut).

Ilmuwan robot tersebut juga membuat “Telenoid,” sebuah robot yang menyerupai bantal yang didesain untuk tidak termakan waktu (tidak tua) dan tidak memiliki jenis kelamin, sehingga orang-orang bisa membayangkan wajah lain pada penampilan datar Telenoid-nya. Ishiguro telah menguji Telenoid itu pada orang usia lanjut di Denmark, dan mereka memberikan sambutan baik, katanya.

Temuan lain Ishiguro adalah “Elfoid”, versi Telenoid yang lebih kecil yang berfungsi sebagai ponsel. Kini, semua orang berbicara kepada smartphone “kotak hitam kecil” mereka, kata Ishiguro, dia ingin “menghidupkan dan memanusiakan perangkat itu.”

Secara keseluruhan, usaha Ishiguro adalah mendobrak batasan yang ia sebut sebagai “trans humanity,” yang menghilangkan batasan antara manusia dan teknologi. Lagi pula, “Apa itu manusia?” katanya.

Di akhir perbincangan Ishiguro, robot yang menyerupai dirinya mengatakan bahwa lain kali ia (robot itu) akan memberikan presentasi yang lebih baik dibandingkan Ishiguro sungguhan.